Senin, 19 November 2012

Cintamu akan tumbuh abadi direlung hatiku ^^



Teruntuk sahabatku
(18-11-2012)
Kawan,
Aku tahu bagaimana perasaanmu hari ini.
Dirimu sedang berduka,
Bahkan saat ini jiwamu mungkin sangat rapuh sekali.
Setelah kehilangan orang yang sangat berarti dihidup mu.
Seorang yang selalu senantiasa mengayomimu, membimbingmu, menjagamu, menyayangimu dengan penuh kelembutan.
Tempat dimana suka duka kau curahkan.
Dia tidak pernah mengeluh bahkan merasa terbebani karena telah melahirkan mu kedunia.
Bahkan sepahit apapun kehidupan ini dia selalu tersenyum dalam menjalaninya.
Dialah Ibu..
sesosok perempuan tangguh & kuat yang selalu senantiasa membimbingmu.
Kini, dirimu telah dipanggil oleh sang Maha Kuasa.
Dipanggil untuk kembali kepangkuan-Nya.
Karena Dialah yang telah menciptakan Manusia, Dia pula yang akan mengambilnya kembali.
Tuhan, jika aku harus memilih.
Mungkin lebih baik aku yang Engkau panggil duluan.
Bukan dia, bukan, bukan Ibu ku.
Karena aku masih sangat membutuhkannya.
Membutuhkan sesosok orang seperti dia.
Yang selalu ada, bahkan senantiasa mendampingiku.
Mendengar keluh kesahku.
Yang selalu mengingatkan ku dan membimbingku kejalan yang benar.
Tempat kedua bahkan orang kedua dimana aku merasa sendiri dan hilang arah.
Aku masih butuh dia Tuhan.
jika aku meminta,
aku ingin hidup seribu bahkan sejuta tahun lagi bersamanya.
Tapi, takdir berkata lain.
Aku pun tidak bisa mengelak kehendak yang Maha Kuasa.
Ini semua sudah Takdir yang Maha Kuasa.
Aku pun harus bisa menerimanya.
Walaupun berat hati  ini untuk melepaskannya.
Rasanya sakit sekali.
Baru kali ini ku alami rasa sakit yang tiada bandingannya di dunia.
Yakni rasa sakit karena kehilangan dirimu Ibu.
Ibu..
Kini aku ikhlas merelakan kepergianmu.
Supaya engkau bisa tenang disana.
Karena aku tahu dirimu adalah orang baik bahkan sangat luar biasa dimata ku dan dimata semua orang.
Aku juga tahu mengapa engkau dipanggil oleh sang Maha Kuasa.
Karena Tuhan tahu kalau engkau adalah orang baik.
Saking cinta dan sayangnya Tuhan kepadamu.
Sampai-sampai Dia tidak ingin engkau di dunia berbuat dosa.
Maka dari itu Tuhan memanggil mu.
Ya Rab..
Tempatkanlah Ibu ku (Mamahnya Erna) ditempat terindah dan layak untuknya, yakni Syurga Abadi ya Rab.
Amin ya Allah ya Rabbal’alamien.
^Love u Ibu (Mamahnya Erna)^

Kamis, 15 November 2012

Goresan ku ^^


Pangalaman kuliah di IAID
            Sebenarnya kalau ditanya pengalaman apa saja atau adakah pengalaman yang didapat saat kuliah di IAID (Institut Agama Islam Darussalam). Mungkin banyak. Aku punya cerita tersendiri kenapa aku masuk ke IAID ini. Awalnya aku masuk ke IAID tanpa ada rencana atau keinginan sedikitpun. (maaf ya ^_^). Karena pada saat itu aku berkeinginan kuliah di UIN Jakarta, dan tanpa memikirkan kampus cadangan kalua sewaktu-waktu aku tidak diterima.
Kemudian aku ikut test di UIN Jakarta bersama saudara ku yang ada disana. Pendek cerita ternyata takdir berkata lain, saat aku baca pengumuman penerimaan mahasiswa baru ternyata aku tidak lulus. Pada saat itu aku bingung mau kuliah dimana, berhubung waktunya sangat mepet sekali. Dikarenakan semua kampus yang dituju sudah ditutup pendaftarannya.
Suatu ketika aku meminta bantuan kepada teman sekaligus sahabatku untuk mengantarkan ku ke Unigal, eh pas diperjalanan dia disms kalau pendaftarannya sudah ditutup. Nah, pada waktu itu kamipun kebingungan, harus kemana lagi. Dia pun langsu ng berpikiran, bagaimana kalau ke Darussalam/IAID? Karena pada saat itu tidak ada pilihan lain lagi, maka aku pun ikut-ikut saja gimana baiknya. Berhubung disitu ada jurusan yang aku minati yaitu PGMI. Tertimakasih untuk sahabatku “Fitrah Insani” yang telah mengantarkan ku ke kampus IAID.
Kalau ditanya tentang pengalaman kuliah apa yang didapat di kampus IAID, mungkin banyak, saking banyaknya tidak bisa dijabarkan satu persatu. Secara garis besarnya/salah satunya banyak sekali bekal agama yang didapat, yang belum tentu ada diperguruan tinggi lain. Dari mulai lingkungannya yang agamis & dinamis, yang mengerti akan kesopanan & cara menghargai satu sama lain. Kemudian teman-teman Pgmi 3c yang setia kawan/selalu kompak yang selalu mengerti satu sama lain. Para dosen yang selalu memberikan pengarahan, motivasi untuk lebih baik,serta pengalaman hidup yang berharga & tidak lupa memberi pengajaran/ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Masih banyak lagi pengalaman yang didapat dalam perkuliah di IAID sampai-sampai kehabisan kata-kata. J
Pokoknya saya bersyukur dan bangga menjadi sebagian kecil dari keluarga IAID , yang telah memberikan  banyak inspirasi bagi kita semua, terutama bagi saya pribadi. Intinya dimanapun kita kuliah/belajar yang paling penting bukan seternama/sebagus apa tempat itu, tapi kembali kepada diri kita sendiri & seberkualitas apa kampus tersebut. Mungkin itu sedikit pengalaman saya kuliah di IAID, maaf kalau kata-katanya ada yang kurang berkenan atau tidak sreg d’hati pembaca, hehe..
Selain berbagi pengalaman, setiap orang pasti punya harapan untuk masa depan yang lebih baik. Mmmz, setiap orang pasti punya harapan atau cita-cita, begitu juga dengan diriku, yang jelas dan yang paling utama aku ingin membanggakan kedua ortuku, kemudian bisa menjadi seorang pengajar MI yang baik & berguna bagi murid-muridku. Tidak hanya sekedar mencerdaskan anak bangsa, tetapi yang paling utama adalah bagaimana bisa membenahi akhlak anak-anak tersebut, agar menjadi generasi penerus yang cerdas & berakhlakulkarimah, amin.. Mungkin ini sedikit goresan/catatanku. ^^