Pangalaman kuliah di IAID
Sebenarnya kalau ditanya pengalaman apa saja atau adakah
pengalaman yang didapat saat kuliah di IAID (Institut Agama Islam Darussalam).
Mungkin banyak. Aku punya cerita tersendiri kenapa aku masuk ke IAID ini.
Awalnya aku masuk ke IAID tanpa ada rencana atau keinginan sedikitpun. (maaf ya
^_^). Karena pada saat itu aku berkeinginan kuliah di UIN Jakarta, dan tanpa
memikirkan kampus cadangan kalua sewaktu-waktu aku tidak diterima.
Kemudian
aku ikut test di UIN Jakarta bersama saudara ku yang ada disana. Pendek cerita
ternyata takdir berkata lain, saat aku baca pengumuman penerimaan mahasiswa
baru ternyata aku tidak lulus. Pada saat itu aku bingung mau kuliah dimana,
berhubung waktunya sangat mepet sekali. Dikarenakan semua kampus yang dituju
sudah ditutup pendaftarannya.
Suatu
ketika aku meminta bantuan kepada teman sekaligus sahabatku untuk mengantarkan
ku ke Unigal, eh pas diperjalanan dia disms kalau pendaftarannya sudah ditutup.
Nah, pada waktu itu kamipun kebingungan, harus kemana lagi. Dia pun langsu ng
berpikiran, bagaimana kalau ke Darussalam/IAID? Karena pada saat itu tidak ada
pilihan lain lagi, maka aku pun ikut-ikut saja gimana baiknya. Berhubung disitu
ada jurusan yang aku minati yaitu PGMI. Tertimakasih untuk sahabatku “Fitrah
Insani” yang telah mengantarkan ku ke kampus IAID.
Kalau
ditanya tentang pengalaman kuliah apa yang didapat di kampus IAID, mungkin
banyak, saking banyaknya tidak bisa dijabarkan satu persatu. Secara garis
besarnya/salah satunya banyak sekali bekal agama yang didapat, yang belum tentu
ada diperguruan tinggi lain. Dari mulai lingkungannya yang agamis &
dinamis, yang mengerti akan kesopanan & cara menghargai satu sama lain.
Kemudian teman-teman Pgmi 3c yang setia kawan/selalu kompak yang selalu
mengerti satu sama lain. Para dosen yang selalu memberikan pengarahan, motivasi
untuk lebih baik,serta pengalaman hidup yang berharga & tidak lupa memberi
pengajaran/ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Masih banyak lagi
pengalaman yang didapat dalam perkuliah di IAID sampai-sampai kehabisan
kata-kata. J
Pokoknya
saya bersyukur dan bangga menjadi sebagian kecil dari keluarga IAID , yang
telah memberikan banyak inspirasi bagi
kita semua, terutama bagi saya pribadi. Intinya dimanapun kita kuliah/belajar
yang paling penting bukan seternama/sebagus apa tempat itu, tapi kembali kepada
diri kita sendiri & seberkualitas apa kampus tersebut. Mungkin itu sedikit
pengalaman saya kuliah di IAID, maaf kalau kata-katanya ada yang kurang
berkenan atau tidak sreg d’hati pembaca, hehe..
Selain berbagi
pengalaman, setiap orang pasti punya harapan untuk masa depan yang lebih baik. Mmmz, setiap
orang pasti punya harapan atau cita-cita, begitu juga dengan diriku, yang jelas
dan yang paling utama aku ingin membanggakan kedua ortuku, kemudian bisa
menjadi seorang pengajar MI yang baik & berguna bagi murid-muridku. Tidak hanya sekedar mencerdaskan anak bangsa, tetapi yang paling utama adalah bagaimana bisa membenahi akhlak anak-anak tersebut, agar
menjadi generasi penerus yang cerdas & berakhlakulkarimah, amin.. Mungkin ini sedikit goresan/catatanku. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar