Kamis, 15 November 2012

Goresan ku ^^


Pangalaman kuliah di IAID
            Sebenarnya kalau ditanya pengalaman apa saja atau adakah pengalaman yang didapat saat kuliah di IAID (Institut Agama Islam Darussalam). Mungkin banyak. Aku punya cerita tersendiri kenapa aku masuk ke IAID ini. Awalnya aku masuk ke IAID tanpa ada rencana atau keinginan sedikitpun. (maaf ya ^_^). Karena pada saat itu aku berkeinginan kuliah di UIN Jakarta, dan tanpa memikirkan kampus cadangan kalua sewaktu-waktu aku tidak diterima.
Kemudian aku ikut test di UIN Jakarta bersama saudara ku yang ada disana. Pendek cerita ternyata takdir berkata lain, saat aku baca pengumuman penerimaan mahasiswa baru ternyata aku tidak lulus. Pada saat itu aku bingung mau kuliah dimana, berhubung waktunya sangat mepet sekali. Dikarenakan semua kampus yang dituju sudah ditutup pendaftarannya.
Suatu ketika aku meminta bantuan kepada teman sekaligus sahabatku untuk mengantarkan ku ke Unigal, eh pas diperjalanan dia disms kalau pendaftarannya sudah ditutup. Nah, pada waktu itu kamipun kebingungan, harus kemana lagi. Dia pun langsu ng berpikiran, bagaimana kalau ke Darussalam/IAID? Karena pada saat itu tidak ada pilihan lain lagi, maka aku pun ikut-ikut saja gimana baiknya. Berhubung disitu ada jurusan yang aku minati yaitu PGMI. Tertimakasih untuk sahabatku “Fitrah Insani” yang telah mengantarkan ku ke kampus IAID.
Kalau ditanya tentang pengalaman kuliah apa yang didapat di kampus IAID, mungkin banyak, saking banyaknya tidak bisa dijabarkan satu persatu. Secara garis besarnya/salah satunya banyak sekali bekal agama yang didapat, yang belum tentu ada diperguruan tinggi lain. Dari mulai lingkungannya yang agamis & dinamis, yang mengerti akan kesopanan & cara menghargai satu sama lain. Kemudian teman-teman Pgmi 3c yang setia kawan/selalu kompak yang selalu mengerti satu sama lain. Para dosen yang selalu memberikan pengarahan, motivasi untuk lebih baik,serta pengalaman hidup yang berharga & tidak lupa memberi pengajaran/ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Masih banyak lagi pengalaman yang didapat dalam perkuliah di IAID sampai-sampai kehabisan kata-kata. J
Pokoknya saya bersyukur dan bangga menjadi sebagian kecil dari keluarga IAID , yang telah memberikan  banyak inspirasi bagi kita semua, terutama bagi saya pribadi. Intinya dimanapun kita kuliah/belajar yang paling penting bukan seternama/sebagus apa tempat itu, tapi kembali kepada diri kita sendiri & seberkualitas apa kampus tersebut. Mungkin itu sedikit pengalaman saya kuliah di IAID, maaf kalau kata-katanya ada yang kurang berkenan atau tidak sreg d’hati pembaca, hehe..
Selain berbagi pengalaman, setiap orang pasti punya harapan untuk masa depan yang lebih baik. Mmmz, setiap orang pasti punya harapan atau cita-cita, begitu juga dengan diriku, yang jelas dan yang paling utama aku ingin membanggakan kedua ortuku, kemudian bisa menjadi seorang pengajar MI yang baik & berguna bagi murid-muridku. Tidak hanya sekedar mencerdaskan anak bangsa, tetapi yang paling utama adalah bagaimana bisa membenahi akhlak anak-anak tersebut, agar menjadi generasi penerus yang cerdas & berakhlakulkarimah, amin.. Mungkin ini sedikit goresan/catatanku. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar